Olah Raga Sportivitas dan Prestasi




    Pada suatu rangkaian rangkaian pertandingan olahraga, hasil yang telah di capai sesuai target di sebut prestasi, untuk mencapai suatu prestasi..atlit harus mempunyai kemauan yang kuat di dalam mempersiapkan diri dengan cara melakukan pelatihan pelatihan secara rutin melalui proses disiplin tinggi demi tercapainya tahapan tahapan standart yang telah di tentukan..


  Semua Atlit, entah itu Para olah ragawan purba maupun modern, baik di era olympiade purba ataupun modern, pertandingan nasional, regional maupun internasional, pasti mereka melakukan pelatihan pelatihan dengan tujuan mempersiapkan diri sebaik mungkin..Di era modern, kesungguhan untuk mencapai prestasi bukan hanya terletakk pada si atlit, namun juga pada institusi institusi tertentu, bahkan juga terletak pada suatu negara yang bersangkutan..


  Olah raga merupakan suatu permainan, namun bukan berarti bermain main tampa kesungguhan dan tampa kesadaran..Bersungguh sungguh melakukan pelatihan pelatiham untuk mempersiapkan diri membutuhkan waktu yang sesuai dengan kebutuhan..
Salah satu bentuk ketidak sungguhan di dalam melatih diri adalah melakukan pelatihan pelatihan ala kadarnya hanya di waktu waktu senggang saja..Apalagi bila waktu senggang tersebut  sangat di desak oleh kecenderungan memperbesar waktu waktun aktif untuk bekerja..iso amburadull tenann..😄


  Adakalanya waktu waktu senggang disebut juga dengan istilah sisa waktu, maka tidak mengherankan jika waktu senggang rata rata di gunakan untuk bersantai ria atau bermain main tampa bersungguh sungguh..Ada suatu ungkapan: "kemampuan untuk mengisi waktu senggang secara cermat adalah hasil terbaik dari peradaban dan keaslian serta kemurnian suatu permainan merupakan salah satu dasar penting dari peradaban""


  Maka patutlah di pertanyakan tentang bentuk permainan juga waktu waktu senggang yang ada di masing masing tempat yang berbeda..Apakah hal tersebut telah menjadi penting dalam hubunganya dengan pendidikan..budaya dan peradaban untuk mendukung pembangunan di saat ini dan di nasa depan..?


  Jika melihat waktu senggang sebagai sisa waktu bagi suatu bangsa yang sedang bergerak melaksanakan pembangunan, maka hal tetsebut menjadi tidak penting dan dengan sendirinya akan memutus hubungan antara bermain dan berprestasi..Namun sebaliknya jika memperhatikan waktu waktu senggang pada suatu bangsa yang sedang bergerak melakukan pembangunan sebagai penunjang untuk berlatih dengan disiplin tinggi, maka keduanya mempunyai hubungan yang sangat penting untuk menunjang tercapainya prestasi olahraga yang di inginkan..


  Andaikan tidak di hubungkanya kegiatan olah raga pada waktu senggang dengan pembinaan olah raga prestasi serta kurang adanya  kejelasan hakikat peranan olah raga, kemungkinan penyebabnya adalah akibat dari kurangnya partisipasi aktif masyarakat serta tidak adanya apresiasi generasi muda di dalam usaha meningkatkan prestasi olah raga itu sendiri..
Sementara itu di pihak pihak tertentu ada yang meletakan prestasi sebagai tujuan pokok karena di belakangnya berlindung kepentingan kepentingan tertentu, yaitu itu politik dan pengaruh, tetapi ada juga yang membuatnya sebagai sarana kontak manusiawi di dalam persaudaraan sesama manusia yang selaras dengan semangat persaudaraan antar bangsa bangsa..


  Pertandingan olah raga yang jujur dan murni mengesankan adanya penghargaan   keberadaan manusia baik secara individu maupun bermasyarakat. Sedangkan pertandingan yang tidak jujur yang di tunjang dengan tehnologi modern untuk memperkuat diri dengan menggunakan obat sebagai Doping dan lain sebagainya. Sungguh begitu mengagumkan prestasi artifisial yang di capainya.



  Pertandingan yang tidak jujur, tidak sportif, telah membentuk manusia bermain curang di karenakan motif ambisi dan keangkuhan yang beraneka ragam untuk mencapai prestasi yang menakjubkan. Berbagai cara yang di tempuh melalui kecurangan untuk mendapatkan prestasi puncak, akan membawa ekses di dalam kehidupan bermasyarakat, kecuranganya telah merendahkan martabat suatu bangsa juga merendahkan harkat manusia itu sendiri..


  Bagi suatu negara yang mengalami kekurangan dana, tetapi punya tujuan olah raga menjadi alat politik internasional yang ampuh, dapat saja melakukan pembinaan olahraga secara eksklusif pada segelintir cabang olah raga secara intensif. Setiap negara bisa di pastikan menginginkan menjuarai setiap pertandingan olah raga internasional karena kepentingan prestise suatu negara..Tidak jarang suatu bangsa tidak dapat menerima kekalahan yang sportif, Maka mereka lebih memilih kemenangan - kemenangan dengan cara yang kotor dan curang, pastilah itu suatu bangsa yang tidak punya rasa malu di muka bumi..😊🤭


  Terkadang seorang atlit akan berbuat curang demi prestise yang di tuntut oleh ambisinya sendiri, tetepi juga di tuntut lingkungan masyarakatnya atau bangsanya, karena hal tersebut yang di inginkan dan di terima oleh masyarakat dan negaranya. Jika dikian,  bagaimanakah pengaruhnya terhadap anak anak yang sedang di dalam masa pertumbuhan dan pembentukan watak kepribadianya di dalam bermain olah raga di waktu luang atau senggang..?


  Jawabanya ialah Jika hal tersebut tidak di kikis sampai habis maka kelak akan membudaya watak yang mentolerir cara cara yang kotor serta curang untuk mrncapai tujuan, baik di dalam kehidupan bermasyarakat maupun untuk mencapai prestasi olah raga..
Di satu pihak ada kalanya masyarajat tidak mau menerima permainan curang, kotor, kasar, namun di lain pihak sifat sifat tersebut telah menjadi watak para atlit melalui proses identifikasi dan internalisasi dari pola permainan olah raga yang mentolerir pernainan curang, kotor dan kasar. Perlu di terangkan disini, di samping hal tersebut akan membudaya di masyarakat terutana di kalangan tunas tunas muda generasi bangsa, pada giliranya perbuatan tersebut akan merugikan peningkatan prestasi itu sendiri..


  Pada sisi yang lain pembinaan pencapaian prestasi dengan cara eksklusif pada atlit dapat menimbulkan ekses negatif, misalnya watak angkuh sombong di karenakan merasa tidak ada pesaingnya atau pesaingnya sangat terbatas sekali. Si atlit juga bisa menjadi korban di hari depanya di karenakan sebagian waktunya hanya di habiskan pada latihan tertentu serta melakukan pertandingan pertandingan olah raga semata, ini yang di kemudian hari akan mengakibatkan kesulitan kesulitan, sebagai insan sosial di dalam lingkungan sosialnya maupun secara biologis di lingkungan fisiknya..


  Pencapaian prestasi agar mampu bersaing dengan bangsa bangsa lain sebaiknya mengarah pada pembinaan yang intensip dengan mengadakan spesialisasi sejak usia anak - anak, para remaja, tampa terkukung oleh tembok tembok keterasingan yang menyempitkan lingkungan sosialnya, apabila terbatas dalam kukungan tembok tembok ekslusif, maka hal inilah yang secara tidak langsung akan kurang memberi manfaat pada persatuan dan kesatuan bangsa..


  Pembinaan olah raga yang tidak seseuai dengan situasi dan kondisi masyarakat akan selalu menimbulkan ekses dimana si atlit yang seharusnya menjadi tokoh identifikasi yang baik bagi anak anak, para remaja, generasi muda, tetapi justru di jauhi di karenakan status sosialnya. Tidak lagi menjadi olah ragawan kebanggan masyarakat, karena berakhirnya karir prestasi seorang atlit berprestasi justru berhsdapan dengan kesulitan yang di hadapinya, tidak sesuai dengan dana dan upaya yang pernah ia berikan untuk berprestasi di bidang olah raga yang di tekuninya..


  Di samping itu adanya ekses tehnologi dan modernisasi yang membuat manusia malas bergerak dan enggan bekerja keras karena pengaruh efisiensi akan membentuk budaya yang tidak tertarik untuk mengisi waktu waktu senggang dengan berolah raga yang justru menuntut banyak gerak yang dinamis dan kerja keras..


  Bila kita menyadari kedahsyatan alat alat media komunikasi massa, maka hal-hal dan kejadian kehidupan keolahragaan akan dengan cepat mengubah pandangan masyarakat terhadap hakikat dan peranan olah raga di dalam budaya dan peradaban..


  Prestasi yang mengecewakan, watak atlit yang tidak sportif dan bermain kasar, kehidupan atilit yang makmur ataupun sengsara dan lain lain, di tambah ekses kehidupan modern yang santai dan nikmat, akan mempercepat proses pembudayaan kehidupan yang enggan berolah raga bagi kalangan muda, melalui alat alat media komunikasi massa yang modern, sehingga kegiatan bermain olah raga di waktu senggang akan didesak dan di geser oleh kegiatan yang justru berakhir pada keadaan di mana apresiasi generasi muda terhadap kegiatan berolahraga semakin menurun. Sebaliknya pula bagi atlit yang sportif di atas arena, sangat cepat di sebarkan secara luas dan di budayakan menjadi suatu pertandingan yang jujur, murni juga akan menjadi kenangan yang indah serta menginspirasi semua bangsa untuk menjadi sarana persaudaraan bangsa bangsa di dunia..


  Kapan dan di mana bibit sikap-watak seperti ini di tanamkan ? Bibit watak utama seperti ini bukan di tanam di atas arena, namun di mulai sejak dini pada waktu sedang bermain-berlatih pada saat anak anak dan para remaja dalam masa masa pembentukan watak-karakter utamanya..


  Dengan demikian hakikat dan falsafah olah raga akan bersinar di dalam kehidupan dan dengan sendirinya akan meningkatkan prestasi, partisipasi aktif masyarakat, apresiasi generasi muda di dalam olah raga yang sesuai dengan tuntunan perjuangan bangsa.. 
Oleh karenanya prestasi olah raga yang demikian ini akan merangsang semangat anak anak , para remaja , masyarakat untuk gemar berolah raga terutama di waktu waktu senggang-luang. Prestasi yang sesuai dengan kondisi sosial masyarakat sesuai dengan pandangan hidup bangsa, secara langsung maupun tidak langsung akan membawa ekses yang bermanfaat sehingga mampu menyelaraskan kepentingan untuk mengangkat martabat bangsa, serta meningkatkan martabat manusia yang universal di dalam pergaulan dan persaudaraan internasional menuju kepada peradaban dunia yang damai..Pada suatu rangkaian rangkaian pertandingan olahraga, hasil yang telah di capai sesuai target di sebut prestasi, untuk mencapai suatu prestasi..atlit harus mempunyai kemauan yang kuat di dalam mempersiapkan diri dengan cara melakukan pelatihan pelatihan secara rutin melalui proses disiplin tinggi demi tercapainya tahapan tahapan standart yang telah di tentukan..


  Semua Atlit, entah itu Para olah ragawan purba maupun modern, baik di era olympiade purba ataupun modern, pertandingan nasional, regional maupun internasional, pasti mereka melakukan pelatihan pelatihan dengan tujuan mempersiapkan diri sebaik mungkin..Di era modern, kesungguhan untuk mencapai prestasi bukan hanya terletakk pada si atlit, namun juga pada institusi institusi tertentu, bahkan juga terletak pada suatu negara yang bersangkutan..


  Olah raga merupakan suatu permainan, namun bukan berarti bermain main tampa kesungguhan dan tampa kesadaran..Bersungguh sungguh melakukan pelatihan pelatiham untuk mempersiapkan diri membutuhkan waktu yang sesuai dengan kebutuhan..
Salah satu bentuk ketidak sungguhan di dalam melatih diri adalah melakukan pelatihan pelatihan ala kadarnya hanya di waktu waktu senggang saja..Apalagi bila waktu senggang tersebut  sangat di desak oleh kecenderungan memperbesar waktu waktun aktif untuk bekerja..iso amburadull tenann..😄


  Adakalanya waktu waktu senggang disebut juga dengan istilah sisa waktu, maka tidak mengherankan jika waktu senggang rata rata di gunakan untuk bersantai ria atau bermain main tampa bersungguh sungguh..Ada suatu ungkapan: "kemampuan untuk mengisi waktu senggang secara cermat adalah hasil terbaik dari peradaban dan keaslian serta kemurnian suatu permainan merupakan salah satu dasar penting dari peradaban""


  Maka patutlah di pertanyakan tentang bentuk permainan juga waktu waktu senggang yang ada di masing masing tempat yang berbeda..Apakah hal tersebut telah menjadi penting dalam hubunganya dengan pendidikan..budaya dan peradaban untuk mendukung pembangunan di saat ini dan di nasa depan..?
Jika melihat waktu senggang sebagai sisa waktu bagi suatu bangsa yang sedang bergerak melaksanakan pembangunan, maka hal tetsebut menjadi tidak penting dan dengan sendirinya akan memutus hubungan antara bermain dan berprestasi..Namun sebaliknya jika memperhatikan waktu waktu senggang pada suatu bangsa yang sedang bergerak melakukan pembangunan sebagai penunjang untuk berlatih dengan disiplin tinggi, maka keduanya mempunyai hubungan yang sangat penting untuk menunjang tercapainya prestasi olahraga yang di inginkan..


  Andaikan tidak di hubungkanya kegiatan olah raga pada waktu senggang dengan pembinaan olah raga prestasi serta kurang adanya  kejelasan hakikat peranan olah raga, kemungkinan penyebabnya adalah akibat dari kurangnya partisipasi aktif masyarakat serta tidak adanya apresiasi generasi muda di dalam usaha meningkatkan prestasi olah raga itu sendiri..
Sementara itu di pihak pihak tertentu ada yang meletakan prestasi sebagai tujuan pokok karena di belakangnya berlindung kepentingan kepentingan tertentu, yaitu itu politik dan pengaruh, tetapi ada juga yang membuatnya sebagai sarana kontak manusiawi di dalam persaudaraan sesama manusia yang selaras dengan semangat persaudaraan antar bangsa bangsa..


  Pertandingan olah raga yang jujur dan murni mengesankan adanya penghargaan   keberadaan manusia baik secara individu maupun bermasyarakat. Sedangkan pertandingan yang tidak jujur yang di tunjang dengan tehnologi modern untuk memperkuat diri dengan menggunakan obat sebagai Doping dan lain sebagainya. Sungguh begitu mengagumkan prestasi artifisial yang di capainya.


  Pertandingan yang tidak jujur, tidak sportif, telah membentuk manusia bermain curang di karenakan motif ambisi dan keangkuhan yang beraneka ragam untuk mencapai prestasi yang menakjubkan. Berbagai cara yang di tempuh melalui kecurangan untuk mendapatkan prestasi puncak, akan membawa ekses di dalam kehidupan bermasyarakat, kecuranganya telah merendahkan martabat suatu bangsa juga merendahkan harkat manusia itu sendiri..
Bagi suatu negara yang mengalami kekurangan dana, tetapi punya tujuan olah raga menjadi alat politik internasional yang ampuh, dapat saja melakukan pembinaan olahraga secara eksklusif pada segelintir cabang olah raga secara intensif. Setiap negara bisa di pastikan menginginkan menjuarai setiap pertandingan olah raga internasional karena kepentingan prestise suatu negara..Tidak jarang suatu bangsa tidak dapat menerima kekalahan yang sportif, Maka mereka lebih memilih kemenangan - kemenangan dengan cara yang kotor dan curang, pastilah itu suatu bangsa yang tidak punya rasa malu di muka bumi..😊🤭


  Terkadang seorang atlit akan berbuat curang demi prestise yang di tuntut oleh ambisinya sendiri, tetepi juga di tuntut lingkungan masyarakatnya atau bangsanya, karena hal tersebut yang di inginkan dan di terima oleh masyarakat dan negaranya. Jika dikian,  bagaimanakah pengaruhnya terhadap anak anak yang sedang di dalam masa pertumbuhan dan pembentukan watak kepribadianya di dalam bermain olah raga di waktu luang atau senggang..?
Jawabanya ialah Jika hal tersebut tidak di kikis sampai habis maka kelak akan membudaya watak yang mentolerir cara cara yang kotor serta curang untuk mrncapai tujuan, baik di dalam kehidupan bermasyarakat maupun untuk mencapai prestasi olah raga..


  Di satu pihak ada kalanya masyarajat tidak mau menerima permainan curang, kotor, kasar, namun di lain pihak sifat sifat tersebut telah menjadi watak para atlit melalui proses identifikasi dan internalisasi dari pola permainan olah raga yang mentolerir pernainan curang, kotor dan kasar. Perlu di terangkan disini, di samping hal tersebut akan membudaya di masyarakat terutana di kalangan tunas tunas muda generasi bangsa, pada giliranya perbuatan tersebut akan merugikan peningkatan prestasi itu sendiri..


  Pada sisi yang lain pembinaan pencapaian prestasi dengan cara eksklusif pada atlit dapat menimbulkan ekses negatif, misalnya watak angkuh sombong di karenakan merasa tidak ada pesaingnya atau pesaingnya sangat terbatas sekali. Si atlit juga bisa menjadi korban di hari depanya di karenakan sebagian waktunya hanya di habiskan pada latihan tertentu serta melakukan pertandingan pertandingan olah raga semata, ini yang di kemudian hari akan mengakibatkan kesulitan kesulitan, sebagai insan sosial di dalam lingkungan sosialnya maupun secara biologis di lingkungan fisiknya..


  Pencapaian prestasi agar mampu bersaing dengan bangsa bangsa lain sebaiknya mengarah  pada pembinaan yang intensip dengan mengadakan spesialisasi sejak usia anak - anak, para remaja, tampa terkukung oleh tembok tembok keterasingan yang menyempitkan lingkungan sosialnya, apabila terbatas dalam kukungan tembok tembok ekslusif, maka hal inilah yang secara tidak langsung akan kurang memberi manfaat pada persatuan dan kesatuan bangsa..




  Pembinaan olah raga yang tidak seseuai dengan situasi dan kondisi masyarakat akan selalu menimbulkan ekses dimana si atlit yang seharusnya menjadi tokoh identifikasi yang baik bagi anak anak, para remaja, generasi muda, tetapi justru di jauhi di karenakan status sosialnya. Tidak lagi menjadi olah ragawan kebanggan masyarakat, karena berakhirnya karir prestasi seorang atlit berprestasi justru berhsdapan dengan kesulitan yang di hadapinya, tidak sesuai dengan dana dan upaya yang pernah ia berikan untuk berprestasi di bidang olah raga yang di tekuninya..


  Di samping itu adanya ekses tehnologi dan modernisasi yang membuat manusia malas bergerak dan enggan bekerja keras karena pengaruh efisiensi akan membentuk budaya yang tidak tertarik untuk mengisi waktu waktu senggang dengan berolah raga yang justru menuntut banyak gerak yang dinamis dan kerja keras.

.
  Bila kita menyadari kedahsyatan alat alat media komunikasi massa, maka hal-hal dan kejadian kehidupan keolahragaan akan dengan cepat mengubah pandangan masyarakat terhadap hakikat dan peranan olah raga di dalam budaya dan peradaban..
Prestasi yang mengecewakan, watak atlit yang tidak sportif dan bermain kasar, kehidupan atilit yang makmur ataupun sengsara dan lain lain, di tambah ekses kehidupan modern yang santai dan nikmat, akan mempercepat proses pembudayaan kehidupan yang enggan berolah raga bagi kalangan muda, melalui alat alat media komunikasi massa yang modern, sehingga kegiatan bermain olah raga di waktu senggang akan didesak dan di geser oleh kegiatan yang justru berakhir pada keadaan di mana apresiasi generasi muda terhadap kegiatan berolahraga semakin menurun. Sebaliknya pula bagi atlit yang sportif di atas arena, sangat cepat di sebarkan secara luas dan di budayakan menjadi suatu pertandingan yang jujur, murni juga akan menjadi kenangan yang indah serta menginspirasi semua bangsa untuk menjadi sarana persaudaraan bangsa bangsa di dunia..


  Kapan dan di mana bibit sikap-watak seperti ini di tanamkan ? Bibit watak utama seperti ini bukan di tanam di atas arena, namun di mulai sejak dini pada waktu sedang bermain-berlatih pada saat anak anak dan para remaja dalam masa masa pembentukan watak-karakter utamanya..


  Dengan demikian hakikat dan falsafah olah raga akan bersinar di dalam kehidupan dan dengan sendirinya akan meningkatkan prestasi, partisipasi aktif masyarakat, apresiasi generasi muda di dalam olah raga yang sesuai dengan tuntunan perjuangan bangsa.. 


   Oleh karenanya prestasi olah raga yang demikian ini akan merangsang semangat anak anak , para remaja , masyarakat untuk gemar berolah raga terutama di waktu waktu senggang-luang. Prestasi yang sesuai dengan kondisi sosial masyarakat sesuai dengan pandangan hidup bangsa, secara langsung maupun tidak langsung akan membawa ekses yang bermanfaat sehingga mampu menyelaraskan kepentingan untuk mengangkat martabat bangsa, serta meningkatkan martabat manusia yang universal di dalam pergaulan dan persaudaraan internasional menuju kepada peradaban dunia yang damai..



Tulungagung,Nop.2024, koestiani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TURBA PC. LP MA’ARIF TULUNGAGUNG, di KECAMATAN BOYOLANGU

Serba Serbi Rapat Kerja Daerah Satuan Komando ( RAKERDA SAKO) Ma'arif Jatim 2022 (Part 1)