MIFADA DISAAT PANDEMI CONVID 19

    



     Hampir tiga bulan berlalu, kami semua dirumah saja, stay at home, belajar dari rumah, bekerja juga dari rumah. Semua dilaksanakan dirumah. Setiap hari memberikan tugas untuk anak-anak, memberikan semangat, motivasi untuk anak anak, meski sebenarnya kami juga jenuh dengan cara belajar seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, inilah yang harus kami lakukan demi memutus mata rantai convid 19 ini, sebagai salah satu wujud ikhtiar kita.

     Banyak kami dengar keluhan dari wali siswa. Mereka merasa keberatan dengan pembelajaran online ini. Mereka bilang sangat pusing saat tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan anaknya tentang suatu pelajaran, mereka juga pusing saat anaknya tidak mau mengikuti pembelajaran online, dengan alasan jenuh, bosan, dan lain lain. Dan lebih lebih ada wali siswa yang terpaksa tidak bisa mengikuti pembelajaran dikarenakan tidak memiliki handphone. Kami berada di desa, pinggiran kota dengan status ekonomi yang tidak sama.

     Sebenarnya pembelajaran ini kurang efektif, kami bisa merasakannya. Saat tugas diberikan oleh dewan Guru pada anak didik, banyak kendala terjadi, mulai dari orang tua yang kehabisan paket data, Handphone yang hanya satu milik orang tua dimana harus dipakai untuk bekerja, anak - anak yang tidak memantau saat pembelajaran berlangsung. Bahkan saat diberi tugas tidak ada respon, karena anak yang tidak memiliki handphone sendiri.

     Dengan kondisi yang seperti ini, bagaimana bisa pembelajaran efektif tercipta. Lantas bagaimana kelak out put optimal bisa diperoleh?. Entahlah sampai kapan PANDEMI CONVID 19 ini ada disini. Kita hanya bisa berdo'a semua ini segera berakhir.


    Namun demikian tetap kami harus semangat, dan optimis. Kami lakukan semua yang kami bisa. Kami tetap menjalankan tugas pembelajaran,  memberikan tugas pada anak, memantau, terus menerus tidak pernah bosan menyemangati anak anak untuk terus belajar.

     Saat ini anak anak bersiap untuk melaksanakan Penilaian Akhir Tahun, yang akan dilaksanakan pada Minggu depan ditanggal delapan Juni 2020. Persiapan tetap kami lakukan semampu kami, mulai menyiapkan jadwal ujian, soal ujian, dan tentu saja tetap akan kami lakukan dengan metode online.

     Kami tetap berharap semua dapat terlaksana dengan baik dan memperoleh hasil yang optimal meskipun itu kecil sekali kemungkinannya. Semangat MIFADA JAYA.
     

Komentar

  1. Tulisan yg bagus...memotret realita fakta yg sebenarnya..

    Semangat, dan lanjutkan bu Kust...

    BalasHapus
  2. Maju terus pantang mundur....Mifada jaya yess

    BalasHapus
  3. Semangat Bu, lakukan saja yang terbaik, ini kehendak Allah, pasti baik tujuan-Nya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TURBA PC. LP MA’ARIF TULUNGAGUNG, di KECAMATAN BOYOLANGU

Olah Raga Sportivitas dan Prestasi

Serba Serbi Rapat Kerja Daerah Satuan Komando ( RAKERDA SAKO) Ma'arif Jatim 2022 (Part 1)