DIBALIK KEMOLEKAN JALAN LINTAS SELATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG
DIBALIK KEMOLEKAN JALAN LINTAS SELATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG
Sore ini aku bertanya..
Siapakah yang berani mengatakan bahwa jalan lintas selatan diKabupaten Tulungagung itu tidak indah mempesona...?
Andaikan ada yang berani bilang: " tidak indah..elek..", Pastilah ketika dalam perjalanan mereka mlungkerr tertidur pulas, terlelap dalam mimpi buruk di kejar setan..hihihi..😃😃
Sampek sampek...tidak melihat, tidak merasakan dan tidak bisa menikmati betapa indahnya sepanjang jalan lintas selatan ini...
Bagaimana tidak? Sepanjang jalan kita disuguhi pemandangan yang teramat indah... Jalan lintas selatan Tulungangung yang konon kabarnya akan menghubungkan pantai popoh , pantai sidem , pantai sine..Masih belum selesai pengerjaannya,..
Namun demikian..sudah banyak orang yang berdatangan untuk menikmati keindahan jalan yang membelah bukit gunung kidul ini..
Kelokan jalan bagaikan ular memanjang..tanjakan tanjakan yang menantang..serta semilir angin yang manja seperti elusan bidadari alam... Dan mata kita di suguhi pemandangan laut yang luas..
Jalur ini tampa,sadar memacu adrenalin kita untuk terus menambah kecepatan spedo kendaraan..ngenngg ngenngg nngeenngg...berpacu dalam kegembiraan...😃
Tanpa terasa terus kita tambah kecepatan untuk bisa menaklukkan setiap tanjakan juga kelokan.
Hmmm…….indahnya……tetap harus fokus dengan setir ya….😊 jangan terlena, tetap haruslah terkontrol dengan baik, meski sambil menikmati keindahan bagian dari semesta ini..
Jangan lupa sesekali berhenti dipuncak tanjakan, dan nikmatilah keindahan sekitarny..so wonderfull…🥰🥰
Dewi Angin yang berhembus sepoi dan terus berhembus menyentuh lembut wajah kita. Seakan mengatakan selamat datang diarea indah ciptaan Allah swt.
Bukit yang telah disentuh oleh tangan – tangan indah sang profesional design perproyekan…segar…indah….ini murni yang dirasakan..
indahnya... Tiada henti hentinya aku mrngucapkan rasa bersyukur kepada – Nya, atas anugerah diberi kesempatan untuk menikmati keindahan ini...
Terlihat sekilas dipinggir jalan telah mulai berdiri berjejer rapi warung penjual makanan juga minuman pelepas dahaga. Ada warung dadakan..juga ada yang di bangun permanen..sederhana sejuk..dan sangaat nyaman untuk ngopi santai sambil menikmati panorama pegunungan dan laut selatan..
Begitu kIta nylonong untuk mampir,..simbok penjual kopi dengan santun dan ramahnya menyambutnya..
"Monggo pinarak mbak.."sambutnya dengan senyum khas yang murni
Dengan sabar mereka melayani pesanan kita. Sambil sesekali bercanda menimpali pembicaraan kita...
Ahhh simbok ini gaul juga..he he he..😃😃
Jalur lintas selatan Ini berarti juga telah menciptakan lapangan pekerjaan baru, otomatis meningkatkan sumber pendapatan tambahan baru bagi para pedagang kreatif ini..
Namun demikian, ada yang janggal setelah berkali-kali kesana. Berasa ada yang aneh saja disaat kesana disiang hari, dimusim kemarau, terasa terik matahari begitu menyengat.
Barulah tersadar bahwa lahan pegunungan telah gundul dan berubah fungsi.
Disana sini tidak ditemui banyak pohon besar yang biasa menaungi saat panas terik begini. Bahkan lahan dipegunungan ini telah berubah fungsi menjadi lahan pertanian, banyak ditanam jagung dan pohon pisang. Hiks…..
Terbersit dibenaku..panas di musim kemarau...Banjir..longsor..di saat hujan ?
Benar sekali….itulah yang terlintas difikiran ini.
Bagaimana jika hujan turun dengan derasnya? Tidak ada lagi yang bisa menyimpan air didalam tanah, tidak ada yang menyerapnya.
Sudah dari dulu kita pelajari bahwa pohon besar dipegunungan itu sangat penting fungsinya. Mereka biasa menahan air hujan didalam tanah dengan akarnya.
Hutan lebat juga penghasil oksigen murni yang menyehatkan. Hutan melindungi kita dari panasnya terik matahari yang menyengat saat disiang hari.
Begitu banyak fungsi pohon dipegunungan. Lantas mengapa sampai terjadi pengalihan fungsi hutan menjadi lahan pertanian?
Siapa yang bertanggung jawab dengan ini semua? Andaikan terjadi longsor..banjir, akan sepadankah hasil pertanian dengan akibat dari banjir yang melanda?
Wallahualam Bissawab……….
Memang haruslah dievaluasi lagi perubahan fungsi hutan ini menjadi lahan pertanian.
Masih banyak yang bisa dilakukan jika hanya masalah ekonomi yang menjadi alasan. Kita bisa memfungsikan hutan sebagaimana mestinya sekaligus meningkatkan perekonomian dengan itu. Membuat wisata hutan, membuat kuliner disepanjang jalan hutan dan masih banyak lagi.
Terlalu besar resikonya dan jelas tidak sepadan dengan kerugian yang harus ditanggung saat longsor dan banjir melanda.
Mecegah kerusakan yang membahayakan lebih di utamakan daripada mengambil kemanfaatanya
Semoga bisa menginspirasi. Hijaulah Tulungagungku, Tenteramlah jiwaku……
Siti kustiani@ it is
Pucung,09 nopember 2022
Komentar
Posting Komentar