Fitrah Dasar Falsafah Pendidikan

Sejarah panjang pendidikan telah mewarnai peradaban dunia. Kemajuan dan perlombaan sains serta tehnologi tidak bisa di hindari

Semua berproses bergerak maju kedepan bekembang semakin luas semakin tinggi juga semakin canggih  

Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seru sekalian alam tentu tidak bertolak belakang dengan kemajuan jaman

Bahkan agama Islam memerintahkan umat manusia untuk mencapai kemajuan di segala bidang, asalkan tidak meninggalkan harkat dan martabatnya sebagai manusia, 

Tetapi justru mengangkat harkat dan martabatnya ke derajat yang lebih tinggi

Dan apabila di katakan "berdirilah kamu"  maka bedirilah, Niscaya Alloh akan mengangkat derajat orang orang yang beriman di antaramu dan orang orang yang di beri ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan (QS Al mujadalah 58:11)

Ketika eropa masih dalam kegelapan, mereka baru belajar merangkak menulis namanya sendiri, para sarjana islam telah bermain main dengan filsafat

Berbagai disiplin ilmu pengetahuan ada dalam genggaman para cendekiawan islam

Mereka di akui sebagai pembawa obor pengetahuan yang cahayanya cemerlang di mana mana

Maka tidaklah sombong jika di katakan bahwa prinsip prinsip pendidikan modern yang bergema di abad 21 ini telah di laksanakan dalam pendidikan islam pada jaman keemasanya, ratusan rahun sebelum di cetuskanya sistem pendidikan moderen.
Menurut ajaran islam tidak ada pemisahan antara ilmu pengetahuan umum dan agama. Semua jenis ilmu pengetahuan merupakan tuntunan ajaran islam dan tidak di pisah pisahkan. Semua berada dalam satu kesatuan yang saling melengkapi. Di dalam mempelajari tentang pendidikan dengan berbagai aspeknya, yang di perlukan adalah sistem yang komprehensif serta pembatasan yang jelas

Maka tidaklah janggal, apabila pendidikan itu merupakan konklusi hasil yang positif bagi filsafat.Seorang filosof dalam menyebarkan aliranya dan prinsip prinsip yang di pegangnya pastilah bernaung di bawah media pendidikan.Hal tersebut menjadi tolak ukur untuk meraih hasil dari target yang ingin di capainya / cita citakanya. Jika di lihat dari nilainya, filsafat dan pendidikan merupakan dualisme yang tidak bisa di pisahkan, keduanya saling membutuhkan. Artinya pendidikan menjadi tegak dengan adanya ajaran filsafat pada umat manusia. Sedangkan filsafat menjadi tegak lantaran penataan tujuan pendidikan, dengan menetapkan beberapa sarana dan metode untuk mencapai tujuan.

Agar tercapai tujuan pendidikan di mungkinkan ada dua hal pokok,yakni:
1. Aspek ilmu pengetahuan yang harus di sampaikan, dengan kata lain adanya kurikulum yang di ajarkan kepada para murid
2. Metode yang relevan untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, sehingga dapat memberikan pengertian yang sempurna dengan faedah yang besar
Tujuan pendidikan harus sesuai dengan pandangan hidup umat manusia, serta nilai nilai yang terkandung di dalamnya.
Artinya sesuai dengan falsafah yang islami dengan menciptakan kurikulum yang ada hubunganya dengan maksud dan target pendidikan

Maka harus di susun bab bab tentang ilmu pengetahuan, mengklasifikasi, memberi penilaian serta menjelaskan beberapa faedahnya. Ketika menyusun ilmu ilmu tersebut haruslah di sesuaikan dengan kebutuhan dan kegunaanya

Kita mengenal 4 hal dalam falsafah pendidikan:
1. Nativisme, bahwa bakat mempunyai peranan yang sangat menentukan. 
Ibarat loyang tetap akan menjadi loyang. Tak mungkin berubah menjadi emas, bagaikan batu mustahil akan menjadi permata 
Pendidikan tidak akan berguna jika bakat dari insan tersebut memang buruk dan jelek. Aliran ini di pelopori oleh schopenhaure
2. Empirisme, setiap insan yang lahir putih bersih bagaikan kertas ataupun air yang jernih. Maka pendidikan memegang peranan yang sangat penting sekali. 

Orang juga menyebut teori ini dengan istilah tabularasa. Aliran ini di pelopori oleh john locke
3. Convergensi, pendidikan sangatlah penting namun tetap tergantung kepada pembawaan insan itu sendiri.
Aliran ini nampaknya ingin memadukan antara navitisme dengan empirisme

Namun demikian aspek pendidikan masih mempunyai porsi yang lebih dominan, aliran ini di pelopori oleh william Stern

4. Naturalisme, artinya alam atau apa yang di bawa sejak lahir. Aliran ini berpendapat bahwa sejak lahir pada dasarnya manusia itu baik. Semua anak baik pada waktu datang dari tangan sang pencipta, tetapi semua menjadi rusak di tangan manusia" kata  J.J. Rousseau

Ia mengajukan adanya pendidikan Alam, artinya anak hendaklah di biarkan tumbuh dan berkembang sendiri menurut alamnya manusia jangan terlalu banyak mencampurinya. Agama islam sejak beberapa abad yang lalu telah mengajarkan bahwa manusia di ciptakan berdasarkan fitrohnya.

Fitroh merupakan bakat asli atau dasar azali. Karena hakikiat penciptaan manusia pada dasarnya suci murni tiada noda dan dosa. 
Jadi pada dasarnya manusia itu baik, jika di kemudian hari menjafi tidak baik,buruk,jelek, jahat itu karena pengaruh suatu ajaran yang menyimpang dari fitrohnya..
Demikan juga sebaliknya jika manusia menjadi baik, berbudi luhur, itu karena pengaruh pengajaran yang tidak menyimpang dari fitrohnya.

Fitroh biasanya di hubungkan dengan insting, serta naluri insaniah yang erat kaitanya dengan jasmani dan ruhani. Nilai nilai kejiwaan dari aspek ruhani di manifestasikan dalam   kesadaran kepada Tuhan yamg Maha Tunggal yang Maha mencipta dan Maha menguasai seluruh Alam.Aqal adalah anugerah istimewa, merupakan salah satu sarana untuk mencari ilmu, akal selalu bertumpu kepada fitroh manusia.

Adanya pengaruh buruk bisa saja menodai fitroh manusia, artinya ini merupakan pergeseran nilai dari yang suci nurni menuju ke arah yang buruk serta jahat. Kesimpulanya fitrah manusia tidak di jamin kebal terhadap adanya pengaruh yang ada di sekitarnya.Setiap orang yang lahir akan tergantung kepada siapa yang memberi warna, ibarat sawah tergantung siapa yang menanaminya..

Ini suatu isyarat, bahwa lngkungan sangat berpengauh kepada perkembangan jiwa seseorang.Ada unen unen " galangan kalah karo golongan" makna bebasnya calon atau bibit yang baik kalah / mudah terpengaruh dengan pergaulanya.Mengingat pengajaran sangat berpengauh di dalam menentukan nilai, atas petkembangan manusia. Maka sangat d butuhkan adanya suatu lembaga pendidikan

Seorang pendidik harus benar benar terpercaya kebersihan hatinya dan keluasan ilmunya, sebab guru adalah pencetak generasi selanjutnya. Sebuah ungkapan dalam bahasa jowo: Guru iku keno digugu lan di tiru / guru itu bisa di taati atau di ikuti dan di jadikan contoh. 

Dengan demikian kedudukan guru sangat mulia di hadapan Tuhan dan manusia, sebab guru mengajarkan ilmu, membimbing para siswa sekaligus sebagai contoh suri tauladan para muridnya. Makluk yang paling mulia di bumi adalah manusia, dan yang paling penting di antara substansinya adalah hatinya. 

Sedangkan guru adalah orang yang berusaha meningkatkatkan, membersihkan, serta membimbing nanusia untuk mendekat kepada Nya.. Oleh karena itu mengajarkan ilmu pengetahuan dari satu sisi adalah ibadah, pada sisi yang lain merupakan tugas sebagai kholifatullah di muka bumi, ilmu itulah yang menjadi identitasnya. Memanusiakan manusia / humanisasi hanya bisa dicapai dengan ilmu, ilmu akan menentukan jalan hidup manusia di dunia dan akhirat

Agama islam mengajarkan:" bacalah dengan ( menyebut) Nama Tuhanmu yang menciptakan " ( al alaq ayat 1)

"Tuntutlah ilmu sejak engkau di lahirkan sampai ke liang kubur" 

Ini merupakan petunjuk dan perintah bahwa  ilmu harus dicari sebanyak mungkin, karena iman ilmu dan amal adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan untuk mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat. Barang siapa berilmu ia bagaikan matahari, sinarnya menerangi dirinya sendiri sekaligus menerangi orang lain

Ada ungkapan yang bijaksana: "Semua orang akan binasa kecuali orang orang yang berilmu, orang orang berilmu akan hancur kecuali yang mengamalkan ilmunya, orang-orang ysng mengamalkan ilmunya akan lenyap kecuali orang yang ikhlas beramal""Celakalah orang yang tidak mengamalkan ilmunya dengan ikhlas. Ia bagaikan pohon yang tidak berbuah, seperti pengumpul harta yang hanya di timbun dan di timbun, tiada manfaatnya sama sekali.

Padahal maut itu dekat dan akan di mintai pertanggung jawaban di hadapan Tuhan yang Maha Kuasa. Di atas telah ada sedikit pembahasan, bahwa sistem pendidikan apapun harus, ada falsafah tertentu yang mendasarinya dan mengarahkan, serta adanya rumusan rumusan, beserta langkah langkahnya juga metodenya.

Tentu saja falsafah dan pandangan global menjadi motivasi berfikir mengenai sistem pendidikan tertentu dan di kendalikan dengan tujuan tujuan yang jelas.

Di antara dua bagian yang ingin di capainya: 
1. Membentuk insan yang baik budinya dengan tujuan mendekatkan diri kepada Gusti Allah SWT
2. Membentuk insan yang berbudi luhur dengan tujuan bahagia dunia akhirat

Maka dari itu ciri khas pendidikan harus nampak jelas nilai moral religiusnya.
Untuk mencapai tujuan yang di maksudkan, maka di butuhkan adanya sarana prasananya, ilmu pengetahuan Umumnya, dengan tidak mengabaikan masalah duniawinya. Tidak seimbangnya antara oendidikan moral / agama dengan pendidikan umum/ duniawi bisa menciptakan disharmonisasi perilaku manusia

Minimnya pendiikan moral keagamaan di bandingkan pendidikan umum terlalu amat sangat ironis sekali 
Hal tersehut tidak menutup kemungkinan akan melahirkan geneasi bangsa yang berpengetahuan tinggi namun kering kerotang mental - jiwanya. Penyebab utama kerusakan moral manusia salah satunya tidak seimbangnya antara pendidikan moral / keagamaan dengan pendidikan unmum

Sedangkan pengaruh sarana prasarana manusia untuk berperilaku mengekspresikan dirinya semakin lama semakin canggih. Sehebat apapun pemberantasan tindakan tak bermoral,  kejahatan terhadap sesamanya dan alam lingkungan sekitarnya, jika tidak di imbangi dengan tindakan pencegahanya, hasilnya adalah:

Patah tumbuh hilang berganti bahkan mati satu tumbuh seribu". Salah satu cara paling efektif untuk melakukan pencegahan tehadap tidakan kemungkaran adalah,
Adanya keseimbangan pendidikan moral /keagamaan dan ilmu pengetahuan umum di setiap lembaga pendidikan

Jika lembaga pendidikan telalu minim mata pelajaran keagamaanya maka para murid di wajib kan untuk mengaji di pondok pondok pesantren ataupun madrasah madrasah yang ada. Salam Pejuang Pendidikan.
Koestiani@itis
Pucung, 07 Desember 2022
Kado terindah ☺️🥰🥰

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TURBA PC. LP MA’ARIF TULUNGAGUNG, di KECAMATAN BOYOLANGU

Olah Raga Sportivitas dan Prestasi

Serba Serbi Rapat Kerja Daerah Satuan Komando ( RAKERDA SAKO) Ma'arif Jatim 2022 (Part 1)