RESEPSI SATU ABAD NU 2023



Hari itu begitu istimewa untuk warga Nahdliyyin khususnya. Momentum yang sudah ditunggu dan dipersiapkan sedemikian rupa. Dengan segala keseriusan dan pantang merasa lelah tentunya. Dilakukannya pasti dengan segala proses yang mengharuskan memeras tenaga , fikiran, juga finansial.
07 Februari 2003, 1344 - 1444 H.  Genap satu abad NU dihitung dari kalender Hijriah 

Tampilan Banser sejumlah 12.000 yang sungguh spektakuler. Mampu menghipnotis seluruh warga Nahdliyyin yang hadir, menyita perhatian, tak terkecuali Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo. Itu disampaikan oleh beliau pada sambutannya.

Memang benar, kerennya tampilan mereka. Berada ditengah stadion ,terlihat ini memang hari untuk Banser menunjukkan keprofesionalannya, eksistensi nya. Meski tidak bisa melihat secara langsung didalam gedung , hanya bisa melihat di layar luar gedung sambil berpanas panasan cukup membuat hati ini bergetar .
Mereka ikhlas menjadi Banser tanpa bayaran. Ikhlas menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan tulus. Mereka menyadari cinta negeri ini sebagian dari iman, Hubbul Wathon Minal Iman, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.
12.000 Banser terlihat indah, berwibawa, dan Profesional. Betapa bangganya bisa melihat dan menyaksikan perhelatan ini. Tak henti hentinya berucap syukur Negeri ini terjaga dan terberkahi , Allah SWT selalu bersama bangsa Indonesia, Aamiin yrb.
Selain TNI dan Polri , ada Banser dan warga Nahdliyyin yang selalu siap sedia untuk menjaga Negeri ini.

Sejak sore tanggal 06 Februari 2023, jalanan sudah sangat macet, dari berbagai arah warga Nahdliyyin berdatangan dengan sangat antusias. Puluhan ribu orang hadir pada acara ini, bahkan jutaan.   Mereka menyambut moment ini dengan suka cita. Mereka dari berbagai daerah, bahkan dari provinsi lain. Tanpa mengeluh meski berjalan cukup jauh, karena tempat penurunan yang berjarak lumayan jauh dari lokasi pelaksanaan acara. 
Namun semuanya terbayar dengan suksesnya agenda. Pecahhh.....begitu meriah, tanpa mengurangi esensi kehikmatan seluruh rangkaian Agenda. 


Master of Ceremony yang keren, mereka menggunakan tiga bahasa yang berpadu indah, bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Arab. terlihat elegan dan berkelas, cantik cantik dan ganteng. dengan pronounsation yang melelapkan jiwa, karena ketepatan dan kefasihannya.

Sambutan ketua PBNU, KH Yahya  Cholil Staquf Yang menggelegar, membangkitkan semangat dan menambah rasa bangga dan bahagia sebagai warga Nahdliyyin.
Sambutan Bapak Presiden Republik Indonesia Tercinta, yang santun dan berwibawa, yang memberikan pencerahan dan tantangan untuk membentuk generasi muda yang potensial. Dengan senyum beliau membuat suasana menjadi lebih adem meskipun panas matahari mulai menyengat.

Disaat Gus Mus dan Mbak Yeni wahid membacakan tekad  Nahdlotul Ulama kedepan. Tepuk tangan bergemuruh, merinding mencernanya, dengan jelas menolak negara Khilafah, dan tetap berpegang pada memperkuat kesejahteraan dan kemaslahatan seluruh umat manusia baik muslim maupun non muslim  dan menjaga persaudaran seluru umat manusia untuk mencapai kemaslahatan umat Dunia.. Kekacauan Perang hanya akan menghancurkan umat.

Bagaimana Sholawat Asyghill mnggetarkan jiwa yang mendengarnya. Dilantunkan oleh para pelantun yang sebelumnya mengikuti seleksi secara ketat. Bagaimana Adi MS, sang komposer begitu luar biasa dan totalitas dalam memandu. memakai setelan hitan dan putih serta berkopyah. terlihat begitu apik dan elegan.

Banyak tokoh yang hadir pada agenda ini baik tokoh Agama, Politik, dari jajaran Pemerintahan, Bapak Ganjar Pranowo, Gus menteri agama, Gus Yaqut Cholil Qoumas , Bapak Erick Thohir, Bapak Agus Harimurti Yudoyono Ibu Megawati dan Ibu Shinta Nuriyah Wahid, Bapak Prabowo s. Bapak Yusuf Kalla dan lain lain .
Sungguh perhelatan Akbar yang tanpa huru hara dan menyejukkan hati dan jiwa, semuanya menjaga adab, saling menghormati, saling menyayangi dan berbagi.

Indahnya jiwa jiwa yang bersih itu....damainya Indonesia bagian Sidoarjo saat itu, semoga terus damai juga Negeri ini, Dipenuhi oleh para pemimpin yang bijaksana yang cinta Negeri bukan yang lebih cinta diri sendiri.  Aamiin yrb.

Mendigdayakan Umat, Menjemput abad Kedua dan Menuju Kebangkitan. inilah tema yang diusung PBNU pada acara Resepsi satu abad NU kali ini. Bangganya sebagai sepercik bagian dari puluhan  juta umat Nahdliyyin didunia ini. Setiap Moment itu begitu indah dan berharga. Alhamdulillah......





Salam NKRI,
Koestiani, 08 Februari 2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TURBA PC. LP MA’ARIF TULUNGAGUNG, di KECAMATAN BOYOLANGU

Olah Raga Sportivitas dan Prestasi

Serba Serbi Rapat Kerja Daerah Satuan Komando ( RAKERDA SAKO) Ma'arif Jatim 2022 (Part 1)